Pengukuran Bangunan/Rumah oleh Dinas PU. Cipta Karya

Pengukuran Bangunan/Rumah Proyek Waduk Karian

Pengukuran Bangunan/Rumah yang dilakukan oleh Dinas PU. Cipta Karya Kabupaten Lebak mendapat protes keras dari sebagian warga kampung sinday desa pajagan kecamatan sajira, sehingga terjadi amuk massa dan mengakibatkan 3 korban pemukulan dan penganiayaan dari 2 anggota aparat kepolisian dan 1 staf kantor pertanahan kab. lebak.yang salah sasaran dalam kejadian amuk massa di kampung sinday. warga pun telah merusak 1 kendaran roda empat dan 2 kendaran roda dua.
Amuk Massa terjadi karena adanya kesalah pahaman antara warga kampung sinday dengan pihak aparat desa (kades pajagan) serta Tim Pengukuran dari Dinas PU. Cipta Karya – Kab. Lebak yang sedang melakukan Pengukuran Bangunan/Rumah warga yang akan terkena pembebasan lahan proyek waduk karian.
Sampai dengan saat ini kondisi dilokasi amuk massa sudah kondusif dan tidak ada lagi konsentrasi massa.
Jajaran Kepolisian Resort Lebak beserta Pemerintah Daerah Tk. II Kabupaten Lebak mengharapkan adanya perundingan untuk pencapaian musyawarah yang mufakat dengan mencari titik temu di kedua belah pihak, baik oleh warga kampung sinday itu sendiri, perangkat desa khususnya kepala desa pajagan ataupun dengan Dinas PU. Cipta Karya Kab. Lebak sebagai tim Pengukuran Bangunan/Rumah.

Kunjungan Kepala Badan Pertanahan Nasional Ke BPN Lebak

null
Kunjungan Kerja Kepala Badan Pertanahan Nasional Bapak Joyo Winoto, Ph.D. beserta para pejabat teras BPN Pusat lainnya juga hadir Kepala Wilayah Pertanahan Propinsi Banten di Kantor Pertanahan Kabupaten Lebak dalam rangka “Pengembangan dan Pemantapan Kebijakan Pertanahan di Pulau Jawa Bagian Selatan (JBS)”, berjalan dengan sukses dan waktu kedatangan Kepala BPN-RI Jam 10.15 Wib, siang tadi. Kunjungan Kerja KA.BPN-RI langsung diterima oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Lebak beserta Kasi, Kasubsi dan Staff dilingkungan Kantor Pertanahan Kabupaten Lebak.Dalam kegiatan tersebut mempunyai agenda simbolis Penyerahan Sertipikat Hak Atas Tanah kepada masyarakat, santunan pada anak yatim piatu dan pemberian sumbangan beras 1 ton kepada salah satu perwakilan masyarakat di Kabupaten Lebak. Acara selanjutnya melakukan foto bersama dengan Kepala Badan Pertanahan Nasional beserta pejabat teras lainnya di lingkungan Kantor Pertanahan Kabupaten Lebak.Setelah melakukan Kunjungan Kerja Ka.BPN-RI di Kantah Lebak dilanjutkan peninjauan kembali ke Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang. Di Kantah Pandeglang, Ka. BPN-RI Bapak Joyo Winoto, Ph.D. beserta rombongan diterima langsung oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang beserta staff lainnya.Agenda selanjutnya langsung melaksanakan paparan kegiatan JBS dan hasil kegiatan kerja di tiap lingkungan di wilayah Kantor Pertanahan Kab. Lebak dan Kantor Pertanahan Kab. Pandeglang oleh masing-masing Kepala Kantor Pertanahan.Paparan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Lebak diantaranya Kunjungan Kerja Ka.BPN-RI Bapak Joyo Winoto beserta rombongan kembali langsung melanjutkan Roadshow di Hotel Marbela-Anyer, Serang.@loeqman2009

Larasita

Sosialisai Larasita di Wilayah Banten

Sosialisai Larasita di Wilayah Banten


Sosialisasi Larasita di lingkungan Satuan Kerja Kantor Wilayah BPN Propinsi Banten
27 July 2009

bpnserang.org – Kantor Wilayah BPN Propinsi Banten menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Larasita bertempat di Hotel Le Dian pada Senin, 27 Juli 2009. Kegiatan yang dihadiri Kepala Kantor Wilayah BPN Propinsi Banten yang baru, DR. Gunanegara, SH, MH dengan Pembicara utama Kepala Pusat Data dan Informasi BPN RI, Ir.M.Rukhiyat Noor.MM. Sosialisasi Larasita ini dilakukan dalam rangka pemantapan pelaksanaan kegiatan Larasita di Satuan Kerja Kantor Pertanahan Kabupaten / Kota di Provinsi Banten berkaitan dengan terbitnya Peraturan Kepala BPN RI No. 18 Tahun 2009.

Hadir dalam acara sosialisasi ini, unsur pimpinan dilingkungan Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten, Kepala Kantor Petanahan , Kepala Seksi HT&PT, Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberdayaan, Para Admin dan Satgas Larasit se wilayah Provinsi Banten. Pada kesempatan tersebut, Kepala Pusat Data dan Informasi menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Ka. BPN RI No.18 Tahun 2009, Larasita merupakan Kantor Pertanahan Bergerak dengan mengemban 7 (tujuh) tugas pokok Larasita.

BPN RI telah memberikan sarana prasarana penunjang kegiatan Larasita dari mulai Kendaraan Roda 4 , Roda 2 hingga perlengkapan komputer kepada setiap Kantor Pertanahan, maka sangat disayangkan bila tidak dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya. “Tidak ada alasan lagi bagi Kantor Pertanahan untuk tidak menjalankan kegiatan Larasita”, kata Kapusdatin. Ditambahkan oleh Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten, kiranya kita semua harus mencurahkan segala daya dan upaya agar Pogram Larasita di Provinsi Banten dapat dilaksanakan di seluruh Kantor Pertanahan dengan tetap berhati hati dalam penggunaan anggaran agar tidak berbenturan dengan peraturan dan ketentuan.

Pada kesempatan ini pula Kepala Pusat Data dan Infomasi, Ir.M.Rukhiyat Noor.MM memperkenalkan website daerah yang merupakan sub domain dari http://www.bpn.go.id yang disediakan untuk seluruh Kantor Wilayah dan Kantor Pertanahan di seluruh Indonesia. Website daerah ini agar dimanfaatkan sebaik baiknya yang diharapkan membantu pencitraan lembaga yang kita cintai ini, Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia. Selain Website daerah, diperkenalkan pula Aplikasi Pengelolaan Blanko Akta yang mampu memonitoring distribusi dan penggunaan akta akta.

Posted By. Loeqman St

Ilmu dan Teknologi Pertanahan RI

Pameran IT BPN Pusat

Pameran IT BPN Pusat


Aspek Hukum Teknologi Digital Dan Dokumentasi Pertanahan

Dalam era informasi saat ini peranan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi semakin strategis dan mulai menguasai tata kehidupan masyarakat, baik secara individu maupun organisasi. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah pula menyebabkan hubungan dunia menjadi tanpa batas (borderless) dan menyebabkan perubahan sosial, ekonomi, dan budaya secara signifikan dan berlangsung demikian cepat.

Pemanfaatan teknologi informasi dalam suatu sistem elektronik adalah penggunaan sistem komputer secara luas yang mencakup perangkat keras, perangkat lunak, jaringan komunikasi, serta data elektronik. Sistem ini adalah suatu sistem yang terpadu antara manusia dan mesin yang mencakup perangkat keras, perangkat lunak, prosedur standar, sumber daya manusia, dan substansi informasi yang mencakup fungsi input, proses, output, penyimpanan dan komunikasi.

Pengelolaan data pertanahan dengan menggunakan teknologi informasi merupakan sesuatu yang mutlak harus dilakukan hal ini berkaitan dengan karakteristik data pertanahan itu sendiri yang bersifat multidimensi yang terkait dengan masalah ekonomi, politik, pertahanan dan keamaman dan sosial budaya. Pengelolaan data pertanahan itu sendiri harus terintegrasi suatu Sistem Informasi dan Manajemen Pertanahan Nasional (SIMTANAS) yang mengalirkan informasi antar seluruh unit organisasi baik di tingkat Kantor Pusat, Kantor Wilayah, dan Kantor Pertanahan. Disamping sifat data pertanahan tersebut, juga pengelolaan pertanahan secara elektronik ini untuk memenuhi tuntutan masyarakat yang semakin meningkat untuk mewujudkan good governance yang akhirnya akan berkaitan keterbukaan informasi untuk masyarakat dan pertukaran informasi antar instansi pemerintah.

Pertanyaan yang sering timbul di lingkungan Badan Pertanahan Nasional berkaitan pemanfaatan data elektonik adalah permasalahan hukum yang terkait dalam hal pembuktian, informasi apa saja yang boleh diakses oleh masyarakat serta bagaimana menjamin keamanan data elektronik.

Muhamad Rukhyat Noor
Kepala Pusat Data dan Informasi Pertanahan
Badan Pertanahan Nasional – Republik Indonesia

Disampaikan pada Seminar I Institutional Partnership for Strentgthening Land Administration (IPSLA), di Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Yogyakarta, tanggal 8 – 9 Mei 2008.

posted by. Loeqman St

Berita Admin

Save Our Nation
13 Juli 2009 – Liputan Humas BPN RI

Joyo Winoto di Acara “Save Our Nation” Metro TV

SAVE OUR NATION – Merupakan sebuah program yang Metro TV buat untuk mencari solusi atas permasalahan yang tengah dihadapi bangsa Indonesia. Kondisi sehari-hari bangsa dalam disharmonisasi berbagai kelompok masyarakat, pertumbuhan ekonomi yang melambat serta stagnasi investasi. Melalui program Save Our Nation ini, diperlukan gerakan kolektif yang kuat untuk membawa bangsa Indonesia kembali sadar serta bangkit dari keterpurukan dan bangun dari ketidakpastian. Mengangkat berbagai situasi yang penuh dengan persoalan, antara lain sosial politik ekonomi budaya maupun persoalan lainnya.

Metro TV dengan program Save Our Nation mengundang Kepala BPN RI, Bapak Joyo Winoto, Ph.D untuk berbicara dengan topik “Pertanahan Nasional Kita” dipandu presenter Saur Hutabarat yang disiarkan pada Rabu, 15 Juli 2009, pukul 22.00 – 23.00 WIB dan disiarkan ulang pada Senin, 20 Juli 2009, pukul 16.00 – 17.00 WIB.

Tajuk Dialog

RENCANA STRATEGIS BPN RI 2007-2009

.: Lihat ke depan, lakukan sesuatu yang dibutuhkan, dipikirkan dan dirasakan rakyat:.
SASARAN:
Dengan memperhatikan tugas pokok dan fungsi serta visi dan misi BPN-RI 2007-2009 tersebut, maka sasaran strategis yang diharapkan adalah sebagai berikut:
Pertanahan berkontribusi secara nyata untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, penciptaan sumber-sumber baru kemakmuran rakyat, pengurangan kemiskinan dan kesenjangan pendapatan, serta peningkatan ketahanan pangan (Prosperity).
Pertanahan berkontribusi secara nyata dalam peningkatan tatanan kehidupan bersama yang lebih berkeadilan dan bermartabat dalam kaitannya dengan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah (P4T) (Equity).
Pertanahan berkontribusi secara nyata untuk mewujudkan tatanan kehidupan bersama yang harmonis dengan mengatasi berbagai sengketa, konflik dan perkara pertanahan di seluruh tanah air serta melakukan penataan perangkat hukum dan sistem pengelolaan pertanahan sehingga tidak melahirkan sengketa, konflik dan perkara di kemudian hari (Social Welfare).
Pertanahan berkontribusi secara nyata bagi terciptanya keberlanjutan sistem kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan Indonesia dengan memberikan akses seluas-luasnya pada generasi yang akan datang terhadap tanah sebagai sumber kesejahteraan masyarakat (Sustainability)
Rencana Strategis BPN-RI 2007-2009 merupakan penyempurnaan dan pemfokusan kembali Rencana Strategi BPN-RI 2004-2009. Penyempurnaan tersebut merupakan suatu keniscayaan, setelah dilakukannya reorientasi politik dan kebijakan pertanahan tahun 2006 dengan tujuan utama peningkatan kesejahteraan rakyat serta penciptaan struktur sosial dan tatanan politik nasional yang lebih kokoh di masa depan. Reorientasi tersebut (sebagaimana yang diindikasikan pada Perpres No. 10/2006 tentang Badan Pertanahan Nasional) telah diikuti dengan penataan kelembagaan untuk memastikan bahwa struktur organisasi yang baru mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.
Rencana Strategis BPN-RI 2007-2009 merupakan pedoman sekaligus kendali dan acuan koordinasi bagi setiap unit kerja pada semua tingkatan organisasi BPN-RI. Sebagai komitmen perencanaan, ia juga berfungsi sebagai alat bantu dan tolok ukur dalam menjalankan misi, kebijakan serta program nasional untuk mencapai sasaran-sasaran strategis yang telah ditetapkan.